Jurnal · Kisah Maya & Rendy

Self-Awareness: Mengenal Diri agar Tak Hilang dalam Hubungan

Tim Bright Chapters · · 6 menit baca
Self-awareness
Lukisan Maya dan Rendy berjalan bergandengan membawa lentera masing-masing di jalan setapak malam hari

Maya tidak kehilangan dirinya dalam satu hari. Itu terjadi sedikit demi sedikit, setiap kali ia berkata "aku ikut kamu aja" untuk hal yang sebenarnya tidak ia inginkan.

Kisah Maya dan Rendy

Maya dan Rendy saling menyayangi. Saking sayangnya, mereka melakukan semua hal bersama, menyamakan semua hobi, bahkan merelakan cita-cita demi selalu bersama. Tapi di tahun kedua, Maya bercermin dan sadar: ia tak lagi mengenali dirinya sendiri. Ia lupa apa mimpi pribadinya, karena selama ini hidupnya hanya berputar di mimpi pasangannya.

Lukisan Maya menatap bayangannya di cermin yang berembun
Di tahun kedua, Maya bercermin dan tidak lagi mengenali dirinya.

Kamu pernah ada di posisi ini?

Tidak hanya dalam cinta, tapi juga dalam pertemanan, keluarga, atau pekerjaan. Selalu mengalah, selalu menyesuaikan, sampai lupa apa yang sebenarnya kamu suka dan inginkan.

Apa itu self-awareness?

Self-awareness atau kesadaran diri adalah kemampuan mengenali apa yang kita rasakan, sukai, butuhkan, dan impikan, serta bagaimana sikap kita memengaruhi orang lain.

Daniel Goleman menempatkan self-awareness sebagai fondasi pertama kecerdasan emosional, karena kita tidak bisa menjaga sesuatu yang tidak kita kenali. Riset psikolog Tasha Eurich bahkan menemukan bahwa 95% orang merasa sudah mengenal dirinya, padahal hanya sekitar 10–15% yang benar-benar begitu.

Eurich juga membedakan dua sisi kesadaran diri: internal, yaitu mengenal nilai, perasaan, dan mimpi kita sendiri, serta eksternal, yaitu memahami bagaimana orang lain melihat kita. Keduanya perlu dilatih.

Tanda kamu mulai kehilangan diri dalam hubungan

  • Kamu hampir selalu menjawab "terserah" atau "ikut kamu aja".
  • Hobi dan mimpi pribadimu pelan-pelan menghilang dari jadwalmu.
  • Kamu takut berbeda pendapat karena khawatir tidak disukai.
  • Kamu merasa bersalah saat punya waktu untuk diri sendiri.

Hubungan yang sehat: dua lentera yang tetap menyala

Stephen Covey menyebut hubungan yang matang sebagai hubungan interdependensi, yaitu dua pribadi yang utuh, lalu memilih untuk saling menguatkan. Mereka tidak melebur sampai hilang, juga tidak berjalan sendiri-sendiri. Seperti dua lentera yang berjalan berdampingan dan keduanya tetap menyala.

Kemampuan ini dilatih sejak kecil

Self-awareness tidak muncul tiba-tiba saat dewasa. Saat anak atau teman kamu boleh punya pendapat sendiri, dan merasa bebas untuk berkata "aku nggak suka", mereka akan tetap merasa disayang. Anak yang mengenal dirinya tidak mudah ikut-ikutan demi diterima, dan kelak bisa mencintai tanpa kehilangan dirinya.

Lukisan Maya tersenyum sambil melukis bunga matahari di dekat jendela
Mengenal diri berarti berani kembali pada mimpi sendiri.

Coba praktikkan minggu ini: "Peta Diriku"

  1. Ajak si kecil atau teman kamu duduk bersama, siapkan kertas dan pensil warna.
  2. Tulis atau gambar tiga hal: apa yang paling aku suka, apa yang tidak aku suka, dan apa yang aku impikan.
  3. Ceritakan juga jawabanmu sendiri, karena kadang orang tua atau kita sendiri pun perlu diingatkan pada mimpinya.
  4. Tempel peta itu di tempat yang sering terlihat, lalu perbarui setiap beberapa bulan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu self-awareness?

Self-awareness atau kesadaran diri adalah kemampuan mengenali perasaan, kesukaan, kebutuhan, dan impian kita sendiri, serta memahami bagaimana sikap kita memengaruhi orang lain.

Apa bedanya self-awareness internal dan eksternal?

Menurut Tasha Eurich, kesadaran diri internal adalah mengenal nilai, perasaan, dan mimpi sendiri. Kesadaran diri eksternal adalah memahami bagaimana orang lain melihat kita.

Bagaimana cara melatih self-awareness pada anak?

Beri ruang bagi anak untuk punya pendapat dan berkata "aku nggak suka", bantu ia menamai perasaannya, dan ajak membuat "Peta Diriku" berisi hal yang ia suka, tidak suka, dan impikan.

Baca juga di Jurnal